Blog

Sumatera Bedah Tiger, Bencana Lingkungan, orangutan diselamatkan dan Rhino Ditemukan …

Harimau sumatera menjalani operasi di kebun binatang sacramento

Seekor  harimau sumatra yang terancam punah yang terdapat di kebun binatang Sacramento sedang menjalani operasi oleh sekelompok ahli bedah venterinary yang mengeluarkan batu dari saluran kemih, sekelompok ahli bedah yang terdiri dari ahli bedah-ahli bedah sekolah kedokteran venterinary, davis dan universitas california. Operasi dimulai Selasa pagi, di mana dokter telah merencanakan untuk memasukkan tabung tipis fleksibel yang akan membantu dalam mengeringkan urin dari ginjal ke kandung kemih harimaunya. Harimau juga akan melalui kemoterapi, ia didiagnosis dengan limfoma awal tahun ini.

Harimau awalnya berasal dari sumatra, tetapi telah tinggal di kebun binatang AS sejak lebih dari satu dekade. Ini termasuk dalam sepsies harimau yang terancam punah, yang diyakini kurang dari 500 tersisa di dunia.http://nation.time.com/2013/10/08/sumatran-tiger-undergoes-surgery-at-sacramento-zoo/

 

Di Indonesia, ahli lingkungan melihat sebuah bencana sedang terjadi

Di hutan lindung  di Desa  Kalul yang terletak di Sumatara tepatnya di provinsi Aceh, suara-suara gergaji mesin dan buldoser dapat terdengar dekat  perkebunan kelapa sawit. Sebagian besar dari kegiatan ini adalah ilegal, tetapi jika pemerintah pusat menyetujui rencana yang diusulkan oleh Pemerintah Aceh, maka “hutan lindung” dapat diubah menjadi “hutan produksi”, membuat kayu dan konsesi pertambangan minyak sawit legal secara hukum. “Perubahan ini diperlukan untuk mengembangkan ekonomi lokal”, sebagaimana didalilkan oleh pemerintah Aceh.

Muhammad zulfikar dari forum  pengembangan Indonesia mengatakan bahwa rencana pemerintah adalah kesalahan, karena di masa depan, investasi ini hanya akan menyebabkan bencana alam. Indonesia merupakan salah satu negara top di dunia di mana laju deforestasi yang sangat tinggi. Sebuah laporan PBB mengatakan bahwa antara tahun 1990 hingga 2010, 20% hutan Indonesia yang hilang. John McCarthy, dosen di Australian National University, menunjukkan bahwa pemerintah harus melakukan upaya nyata untuk menyeimbangkan aspirasi rakyat Aceh, dan menerapkan hukum nasional. Baca lebih lanjut di: http://www.nytimes.com/2013/10/12/world/asia/in-indonesia-environmentalists-see-a-disaster-in-the-making.html?_r=0

Sumara Forests

Sumatra Forests

Siamang Gibbons

Siamang Gibbons

 

Orangutan d tempatkan di alam liar  Sumatra sebagai tempat berlindung 

Sebuah  proyek yang dipimpin oleh orang Australia memiliki tujuan untuk mengubah sikap para pembuat keputusan negara terhadap  hewan dan hutan hujanlindung, dengan melindungi dan merawat  orangutan Indonesia yang sakit dan terluka. Untuk tujuan ini, tanah  seluas 48 hektar sedang dipersiapkan di hutan hujan Sumatera, yang akan dijadikan sebagai tempat tinggal orangutan. Awalnya, sekelompok orangutan akan tempatkan di tempat yang pantas, yang terdiri dari sejumlah air yang dipisahkan Pulau  Kecil. Air yang terpisah ini akan membuat mereka hidup sendiri-sendiri, karena orangutan takut air dan berenang.

Karena pembukaan lahan dan peningkatan konservasi kelapa sawit, hutan hujan habitat orangutan telah hilang, menjadikan mereka spesies yang terancam punah. Mereka juga menjadi rentan terhadap penyakit, pengurungan dan penembakan yang dilakukan  oleh manusia ketika mereka mencari makanan. Baca lebih lanjut di: http://www.theguardian.com/environment/2013/oct/08/sick-orangutans-sanctuary-endangered-sumatra

 

Badak sumatra terlihat di Kalimantan untuk pertama kalinya

Sekelompok peneliti telah mengambil gambar video badak sumatra di Kalimantan Timur, Menggunakan 16 kamera video tersembunyi, setelah penelitian tiga bulan. Badak yang tertangkap dikenal sebagai Dicerorhinus sumatrensis yang langka. Ini pertama kalinya bukti gambar video spesies di Kalimantan.

Menteri Kehutanan zulkifli Hasa mengatakan bahwa bukti nyata ini cukup penting dalam membentuk dasar untuk merencanakan dan melaksanakan upaya konservasi strategis untuk badak Sumatera. Dia juga mengatakan bahwa bukti nyata ini adalah kontribusi yang besar untuk mencapai target 3% per tahun pertumbuhan peningkatan populasi badak di Indonesia. meskipun ada beberapa catatan keberadaan badak di Kalimantan, tapi itu dikonfirmasi dan hanya sebatas laporan jejak kaki badak dan beberapa laporan tentang badak yang diburu. Pernyataan yg mengatakn bahwa video  penangkap badak pada camera dan hari yang berbeda adalah badak-badak yang berbeda, namun laporannya diperlukan. Baca cerita lengkap di: http://www.wildlifeextra.com/go/news/kalimantan-rhino013.html#cr

Post a comment

%d bloggers like this: